Rabu, 24 Mei 2017

Biosfer dan Makhluk Hidup


1.      Biosfer

Setelah bola Bumi mengalami pendinginan dan terbentuknya benua, sungai, dan lautan pada kira-kira 2250 juta tahun lalu, terbentuklah wahana bakal biosfer, yaitu suatu tempat tinggal makhluk hidup melangsungkan kehidupannya. Dalam kehidupan makhluk hidup terbentuk sistem hubungan antar makhluk hidup tersebut dengan materi dan energi yang mengelilinginya. Tempat dan sistem itulah yang disebut biosfer.

Makhluk hidup memiliki ciri-ciri yaitu, (1) melakukan pertukaran zat atau metabolisme, (2) tumbuh, (3) berkembang biak, (4) memiliki kepekaan terhadap rangsangan, (5) memiliki kemampuan mengadakan adaptasi terhadap lingkungan.

2.      Evolusi Kehidupan

Makhluk hidup yang ada di permukaan bumi beraneka ragam, tetapi secara garis besar makhluk hidup dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan yang termasuk makhluk, secara relatif tidak dapat pindah tempat (terutama tumbuhan tingkat tinggi), sedangkan yang berhijau daun (berchlorophyl) dapat membuat makananya sendiri dengan mengambil energi dari sinar matahari (autotroph). Sebaliknya, hewan seperti kebanyakan mobil, artinya bergerak atau pindah tempat. Hewan tidak dapat membentuk makanannya sendiri, maka ia mengambil makanan dari makhluk lain (heterotroph).

Sebagian besar para ahli berpendapat bahwa makhluk yang ada sekarang berasal dari makhluk dahulu yang melalui perubahan sedikit demi sedikit.

3.      Evolusi Manusia

Manusia adalah suatu spesies biologi. Dengan sendirinya, manusia tidak dapat luput dari pengaruh faktor-faktor atau kekuatan biologi. Di samping itu, manusia adalah suatu hasil perkembangan evolusi yang lama sekali. Bukti-bukti memberikan petunjuk bahwa manusia berasal dari makhluk yang bukan manusia, meskipun bukti-bukti tersebut tidak lengkap dan hanya berbentuk bagian yang melukiskan tahp-tahap proses yang telah berlangsung. Bukti-bukti tentang adanya evolusi manusia yang telah berlangsung semakin banyak dikumpulkan oleh para ahli. Lagi pula, saat ini evolusi manusaia juga tengah berlangsung dan yang lebih penting lagi biologi adalah suatu proses untuk mengumpulkan pengetahuan yang dapat memungkinkan manusia untuk menngontrol dan mengarahkan evolusi.

Kekuatan utama yang mengarahkan evolusi manusia adalah inteligensinya, kemampuannya mempergunakan bahasa dengan segala macam simbolnya dan kebudayaan yang dibina oleh manusia.

1.      Sifat-sifat dari Ordo Primata

Bila kita bandingkan sifat-sifat yang dipunyai oleh famili kera dengan manusia, maka dengan mudah akan terlihat persamaan-persamaan tertentu di samping perbedaannya
2.      Kera Manusia dari Afrika

Pada tahun 1924, Raymond Dart, seorang ahli anatomi, menemukan sebuah fosil tengkorak di Afrika Selatan. Ia menamakan nya Australopithecus, makhluk berjalan tegak, otaknya lebih besar dari gorila, gigi nya m=lebih mendekati manusia daripada kera. Ada pendapat bahwa makhluk tersebut adalah kera yang aneh dan tidak ada hubungannya dengan manusia. Para ahli lain berpendapat bahwa makhluk tersebut tergolong subfamilia Autralopithecinae yang tidak lagi didapati kerabat yang hidup yang mempunyai sifat-sifat campuran antara familia manusia dan familia kera.

3.      Homo Erectus

Pada tahun1920, Eugene Dubois, menemukan sisa-sisa tengkorak dan tulang paha di Trinil, Jawa Tengah. Fosil tersebut diberi nama Pithecanthropus erectus yang artinya manusia kera yang tegak.

4.      Manusia Modern

Lebih kurang 75.000 tahun yang lalu, ketika benua Eropa berada si zaman es terakhir dan dari peninggalan-peninggalan yang ditemukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kelompok Neanderthal diganti oleh manusia lain yang menyerupai manusia modern, Homo Sapiens.


Daftar Pustaka


Jasin, M. (2002). Ilmu Alamiah Dasar. Surabaya: Rajawali Pers.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar