Rabu, 24 Mei 2017

IPA, Teknologi, dan Kelangsungan Hidup Manusia

Sudah sejak zaman prasejarah manusia ada di bumi, ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor-faktor penting dalam pembentukan masyarakat dan kebudayaan, namun sebenarnya antara keduanya terdapat perbedaan dalam tujuan penggunaanya. Di masa lampau, teknologi berperan untuk mengubah dan menguasai dunia fisik, sedangkan sains terutama digunakan untuk memahami kejadian-kejadian dunia fisik tersebut. Penggunaan teknologi modern telah dapat mempercepat laju pembangunan, namun penggunaanya tanpa hati-hati dan kendali telah dirasakan menimbulkan masalah. Krisis energi, makin langkanya beberapa sumber daya dan bahan, polusi lingkungan dan pengendalian senjata nuklir merupakan akibat dari tiadanya pembatasan dalam penggunaan teknologi. Masalah pokok dunia di masa mendatang adalah keterbatasan suber-sumber daya alam dan energi, dan masalah peledakan penduduk dengan segala konsekuensinya. Oleh karena itu manusia harus memiliki usaha untuk masa mendatang baik mencari sumber daya alternatif dan juga pelestariannya.

1.      Usaha Manusia Untuk Masa Mendatang

a.   Energi Matahari : cahaya matahari dapat diubah menjadienergi listrik dengan jalan menangkap cahaya matahari itu dengan beribu-ribu fotosel. Fotosel dapat dibuat dari silikon yang dilapisi satu sisinya dengan boron dan sisi yang lain dengan arsen. Untuk mendapatkan voltase yang tinggi dan arus yang kuat, ribuan fotosel itu dihubungkan secara paralel. Energi cahaya matahari dapat juga diubah menjadi energi panas denganpertolongan cermin cekung, sedangkan intensitas cahaya matahari yang datang ke cermin itu dipertinggi dengan memantulkan cahaya matahari dari tempat lain (suatu tebing) dengan menggunakan cermin datar.
b.   Energi panas bumi : panas dari gunung berapi bersumber dari magma. Apabila dekat magma itu terdapat cadangan air maka air itu akan mendapatkan panas. Rembesanya ke permukaan dapat berupa sumber air panas, semburan uap atau semburan air panas. Jika dilakukan pemboran di tempat itu akan didapat uap air panas yang menyembur atau air panas saja tergantung pada kondisi cadangan air, letak pemboran, dan sebagainya. Panas bumi berupa uap air panas itu dapat digunakan untuk menggerakkan turbin yang dapat menggerakkan generator listrik.
c. Energi angin : langsung dapat diubahmenjadi listrik dengan menggunakan kincir angin yang dihubungkan dengan generator listrik.
d. Energi pasang surut : dapat dimanfaatkan dengan menggunakan dan dengan pintu-pintu air yang dapat diatur pembukaannya. Pada saat air laut pasang atau surut, maka air laut itu akan masuk dan keluar, melalui pintu-pintu air. Di pintu air itulah dipasang turbinyang dapat menggerakkan generator listrik.


e. Energi biogas : pada prinspnya adalah memanfaatkan sampah pembusukan dengan pertolongan bakteri pengurai. Bakteri itu didapatkan dari kotoran kerbau atau sapi. Gas yang sebagian besar adalah gas metan yang dapat dibakar untuk kompor di dapur atau untuk keperluan lain.
f. Energi biomassa : yang digunakan sebagai bahan bakar adalah sampah organik. Panas yang timbul dipakai untuk memanaskan air/ketel uap. Uap yang timbul dipakai untuk menggerakkan generator listrik.

2.      Usaha Manusia Untuk Pelestariannya
Empat masalah yang menonjol  yang perlu ditanggulangi demi kelestarian hidup manusia di masa mendatang adalah :
a.       Masalah energi pengganti minyak bumi.
b.      Penggunaan teknologi yang tepat guna dengan mengurai dampak negatifnya.
c.       Masalah laju pertumbuhan penduduk yang harus ditanggulangi, antara lain dengan KB.
d.      Masalah kelestarian lingkungan hidup yang merupakan tanggung jawab dan diusahakan bersama.


Daftar Pustaka

Aly, A., & Rahma, E. (2009). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar