Sebelum
pola pikir manusia berkembang pesat,terutama pemahaman filosofis terhadap kehidupan
alamiah manusia serta berbagai pandangan tentang alam jagat raya ini. menurut
kodratnya, manusia adalah makhluk yang selalu ingin tahu terhadap seluruh
kehidupan yang dilakoninya. Mereka mempercayai hal-hal yang terjadi pada alam
ada kaitannya dengan hal-hal ghaib seperti bumi gelap karena digenggam oleh raksasa
yang sedang marah dan manusia harus meredakan kemarahannya dengan berbagai cara
misalnya memberi sesaji dan persembahan lainnya yang terkadang mengorbankan
nyawa manusia sebagai tumbal demi ketentraman hidup manusia yang mempercayai
hal begitu. Padahal kejadian tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah,yaitu
karena adanya gerhana matahari.
Metode ilmiah merupakan suatu cara yang
digunakan untuk mendapatkan informasi-informasi (fakta-fakta) tentang berbagai
fenomena alam dan kehidupan yang disusun secara sistematis, objektif dan logis.
Metode ilmiah bersifat objektif, metodik, sistematik, serta berlaku umum
(generalisasi).
Langkah-langkah yang dilakukan dalam metode ilmiah
meliputi: observasi atau pengamatan, perumusan masalah, penyusunan kerangka
berpikir, menentukan hipotesis, prediksi atau peramalan, pengujian hipotesis
atau eksperimen, penarikan kesimpulan, serta publikasi.
Ada tiga teori kebenaran dalam berpikir ilmiah, yaitu
teori koherensi, teori korespondensi, dan teori pragmatisme. Ilmu-ilmu alam
pada umumnya menuntut kebenaran yang korespondensi karena fakta- fakta objektif
sangat dituntut terhadap setiap pernyataan.
Metode ilmiah merupakan suatu langkah terhadap
pengejaran kebenaran yang ditur dalam pertimbangan-pertimbangan logis. Metode
ilmiah tidak saja berguna dalam proses penemuan dan pembuktian ilmu
pengetahuan, namun terlebih lagi dalam mengkomunikasikan penemuan ilmiah
tersebut kepada masyarakat ilmiah.
Dengan mengetahui tentang metode ilmiah dan
tahapan-tahapan dalam metode ilmiah, dapat kita pergunakan sebagai bekal dalam
penelitian yang akan kita gunakan nantinya. Tampaknya dengan perkembangan alam
pikiran yang semakin luas, manusia tidak akan berhenti berpikir dan mencari
tahu tentang suatu kebenaran, sehingga pembuktian ilmiah sangat diperlukan
untuk membuktikan keingintahuan manusia akan kebenaran tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar